Monday, March 31, 2014

Never judge a Housewife



Hiii there,


Dari sekian blog yang di post adalah hasil karya orang lain, akhirnya inilah pertama kali nya aku menulis sendiri.

Let's start with my personal thougt,

It's about being houswife...


Aku juga gak tau kenapa tiba-tiba memutuskan untuk menjadi housewife, karena sebelum menikah aku adalah orang yang super independent. Aku hanya ingin menyenangkan ibuku dengan kelimpahan materi dan aku ingin memiliki posisi yang berharga untuk meningkatkan nilai diri. Hal tersebut aku kejar untuk menutupi perasaan ku sebagai seorang anak dari korban perceraian orang tua. 

Akan tetapi semua berubah saat aku menikah dan memiliki seorang putri yang sangat pintar dan cantik. Aku ingin mengabdikan diriku untuk keluarga, dimana sebelumnya aku tidak mendapatkannya. Ibuku yang hebat menjadi singleparent dan berjuang dengan bekerja keras untuk membesarkanku, tapi seorang anak terkadang ingin selalu berada disamping ibunya. Mungkin berdasarkan pengalaman itulah aku memutuskan ingin menjadi ibu rumah tangga. 

Karena aku tidak ada pilihan? karena aku berkecukupan? karena aku tidak memiliki pendidikan yang tinggi? karena aku kurang pintar? karena aku kurang menarik? karena aku tidak berkemampuan? karena aku seorang pemalas? WAIT! tunggu dulu.... Aku adalah seorang gadis muda yang atraktif dengan pendidikan yang tinggi, berkemauan keras dan suka bekerja keras. Aku adalah lulusan dari kampus yang sangat ternama di Jakarta, dan bahkan merupakan sekolah komunikasi terbaik di Indonesia. Dengan IPK 3,39 aku merupakan mahasiswi yang termasuk pintar dan cerdas. Bahkan sekarang aku sedang meneruskan S2 ku di tempat yang sama. Tetapi aku juga bukan orang yang berkecukupan, dimana bila aku dirumah maka keuangan keluarga bisa menutupi semua kebutuhan. Tidak. Kami adalah pasangan muda yang sedang merintis karir. Lalu apakah alasanku sebenarnya?  Aku ingin mengambil kesempatan emas ini untuk mengabdikan diriku untuk suami dan anak-anakku. Untuk keluarga. At least aku akan lebih sering berada di sisi mereka daripada orang lain. Aku menjadi orang pertama yang menangis disaat mereka bersedih dan menjadi orang yang pertama kali tertawa disaat mereka bahagia. Dan aku yakin bahwa SEORANG WANITA WAJIB MEMILIKI PENDIDIKAN YANG TINGGI KARENA IA HARUS MENJADI SEORANG IBU YANG AKAN MERAWAT DAN MEBESARKAN CALON-CALON MANUSIA BERKUALITAS DIHADAPAN AGAMA MAUPUN BANGSA. Naaah, itulah tugas terberat seorang ibu, tidak main-main mulianya tugas ini, maka aku yakin aku harus fokus. Menjadi ibu rumah tangga bagiku adalah PILIHAN. Tidak semua orang berani mengambil pilihan itu karena berbagai macam alasan. Aku pun tetap sangat menghargai mereka. 

Tapi apakah aku akan berpangku tangan, dan melewatkan hari-hariku begitu saja. Tentu tidak. Sudah sifat dasar seorang manusia untuk mencapai achievement dan self goal dalam dirinya. Ingat, sudah sunatullah. Maka aku harus berbisnis untuk menjadi seorang istri yang mandiri dan bahkan membantu tugas suami untuk menafkahi keluarga.  Wow, luar biasa yah menjadi seorang wanita. Aku sangat salut terhadap semua ibu didunia ini dengan beragam profesi dan pemikiran. Semuanya hebat. Oke, kita lanjut... Maka seorang wanita harus mampu berbisnis dan menghasilkan uang tanpa harus terpisah jauh dari anak-anaknya, atau bahkan menitipkan anaknya kepada "orang lain" yang bahkan kita tidak tau asal usulnya alias babysitter. Kukerahkan semua pemikiran, kira-kira bisnis apa yang yang bisa aku lakukan tanpa harus mengenyampingkan peranku sebagai seorang ibu. Lalu keluarlah ide untuk membuat baju menyusui, dan dari sinilah AMAQ lahir. Bukan hanya aku masih bisa mengurus keluarga, bahkan aku adalah si pemakai produk itu sendiri, kenapa? karena anakku masih menyusui, dan aku berniat menyusuinya sampai umur 2 tahun kalau Allah mengizinkan. Dan dengan izin Allah lah aku ingin memulai usaha ini. Mompreneur adalah solusi terbaik untuk ku. Tidak ada lagi pertentangan batin untukku. Semoga menginspirasi yah.... Satu hal yang paling penting, adalah MANUSIA HANYA BISA BERUSAHA, TETAPI ALLAH YANG MENENTUKAN. Kita bisa berprinsip dan ber idealisme tetapi semuanya kembali lagi kepada izin Allah, sang pemilik jiwa dan raga. Sang pembolak balik hati. Jadi jalani semuanya dengan ikhlas. Amin.


Kisah seorang ibu yang di bully di social media karena menyusui anaknya


Source : www.vemale.com

Menyusui bayi dengan ASI eksklusif adalah hal yang lumrah dan membanggakan bagi seorang ibu. Namun sebuah kejadian yang kurang menyenangkan terjadi beberapa waktu lalu pada seorang ibu muda bernama Emily Slough.
Wanita berusia 27 tahun ini tengah berbelanja. Di tengah jalan, ia minggir ke sisi sebuah restoran untuk menyusui bayinya yang lapar dan masih berusia 8 bulan. Ternyata ada orang lain yang melihat itu dan mengambil fotonya.

Photo copyright Dailymail.co.ukPhoto copyright Dailymail.co.uk
Tanpa sepengetahuan Emily Slough, foto itu muncul di Facebook dengan tulisan, "Aku tahu matahari sedang panas-panasnya, tapi tidak perlu menyusui anakmu di tengah kota!!! Wanita jalang."
Foto itu diunggah di sebuah Page Facebook Spotted Rugeley. Tentu saja Emily sangat shock dengan foto itu. Ia mengatakan pada Birmingham Mail bahwa orang yang melakukan hal ini padanya membuat Emily sangat marah.

Aku sangat yakin dan nyaman menyusui bayiku | Photo copyright Dailymail.co.ukAku sangat yakin dan nyaman menyusui bayiku | Photo copyright Dailymail.co.uk
"Aku sangat percaya diri dan nyaman dengan menyusui bayiku," ujarnya. Curahan hatinya ini sampai ke ranah Twitter dan ia mendapatkan banyak dukungan dari wanita yang memperjuangkan ibu-ibu menyusui bayinya. Seorang wanita bernama Linda Deakin, mengatakan dalam akun Twitternya bahwa tak ada wanita yang boleh direndahkan karena mereka menyusui bayinya.
Mereka juga menyesalkan akun Facebook Rugeley yang malah memposting dan mempermalukan seorang ibu yang mencoba menyusui bayinya. Dalam akun Facebooknya, Emily mengatakan, "Aku akan mengabaikan dan menertawakan postingan itu, Namun aku menyadari bahwa ini adalah contoh yang sempurna tentang budaya apa yang sebaiknya dihapuskan dalam gaya hidup modern sekarang ini."




Dukungan untuk Emily di Twitter | Photo copyright Dailymail.co,ukDukungan untuk Emily di Twitter | Photo copyright Dailymail.co,uk
Sejak foto itu diunggah, Emily mengatakan melalui BBC bahwa ia menerima banyak pesan. Ada yang mendukungnya. Ada pula yang mengatakan bahwa ia harus menyusui dengan lebih terhormat, misalnya menyusui di toilet umum. Emily mengatakan, "Akankah kau makan di toilet dengan serbet di wajahmu?"
Seorang perwakilan dari The National Childbirth Trust juga mengatakan bahwa tindakan ini sangat mengerikan, karena setiap ibu yang menyusui bayinya dilindungi oleh hukum. "Setiap ibu yang memilih untuk menyusui bayinya, berhak melakukan itu tanpa adanya tekanan," ujarnya.
Emily Slough sangat berterima kasih karena banyak orang yang mendukungnya untuk bisa menyusui bayi dengan leluasa. Ia menggelar kampanye di Market Street dan sekitar 1200 orang kabarnya akan hadir di sana. Good job Emily. Setiap ibu memang berhak menyusui bayinya dengan leluasa tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Housewife

Oh my God, nemuin artikel yang gw bangeeeetttt......
Please read, and have no judgment.... Happy reading....

Source: www.vemale.com



Beberapa hari lalu, sempat membaca sebuah postingan di social media yang bertuliskan sebagai berikut:
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Tugas: Harus serba bisa
- Bisa jadi pembantu
- Bisa jadi suster
- Bisa jadi istri
- Bisa jadi tukang belanja
- Bisa jadi koki
- Bisa jadi guru les
- Bisa jadi manager, dll
Jam kerja: dari melek mata - tidur
Cuti/ libur: tidak ada
Gaji/ bonus: tidak ada
Jangan pernah menyepelekan, menghina atau merendahkan ibu rumah tangga!!!
Tertegun sekian lama, memang ada orang yang iseng berkata "sayang banget sudah sekolah tinggi tapi cuma di rumah saja," tetapi kalau dipikir lagi apakah memang niatnya menyepelekan, menghina atau merendahkan ibu rumah tangga?
Berlebihan kalau saya bilang. Berpikir bahwa hal tersebut bermaksud merendahkan bukanlah sebuah sikap bijaksana seorang wanita dewasa.

Tidak, menjadi ibu rumah tangga bukanlah sebuah pekerjaan. Jangan malu mengakui kalau memang Anda tidak bekerja. Karena menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah anugerah. Bukan pekerjaan.  
Coba pikirkan kembali, bila jadi ibu rumah tangga adalah sebuah pekerjaan, bukankah seseorang bisa jenuh? bukankah seseorang bisa bosan? bukankah seseorang menuntut haknya? bukankah seseorang juga ingin digaji? bukankah seseorang akan melakukannya dengan pamrih? bukankah sebuah pekerjaan bisa membuat seseorang ingin berhenti melakukannya? bukankah sebuah pekerjaan bisa menjadi sebuah beban ketika rasanya sudah mentok?
Itulah sebabnya, ibu rumah tangga bukanlah titel yang cocok dimasukkan dalam kategori pekerjaan.
Menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah anugerah, di mana tidak semua wanita diberi kesempatan yang sama untuk mencicipinya. Kalau disebut anugerah, pahit atau manis yang terjadi tentunya patut disyukuri.

Ketika anak rewel, tetap bersyukur.
Ketika suami uring-uringan, tetap bersyukur.
Ketika cucian piring banyak, tetap bersyukur.
Ketika harus berpikir keras menggunakan uang belanja dan membaginya dengan uang sekolah anak, tetap bersyukur.
Ketika bisa membantu penghasilan suami, tetap bersyukur.
Apapun yang dialami oleh ibu rumah tangga tetap bersyukur, entah itu pahit atau manis, karena semuanya adalah anugerah.

Tidak ada orang yang akan berani menyepelekan, menghina atau merendahkan sebuah anugerah. Tidak akan ada lagi orang yang meremehkan seorang ibu rumah tangga bila Anda sendiri nyaman dan berani menunjukkan kebahagiaan anugerah yang Anda punya.
Syukuri dan nikmati bila Anda adalah seorang ibu rumah tangga. Tidak semua wanita bisa menikmati anugerah yang sama. Tidak semua wanita bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Karena Anda adalah wanita-wanita hebat yang diberi anugerah mulia, maka mulai saat ini, katakan bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan Anda, namun sebuah anugerah luar biasa yang memberikan pengalaman hidup yang sangat nikmat.

Wednesday, March 26, 2014

Manfaat ASI 2

KOMPAS.com - Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami terbaik bayi di awal kehidupannya. Karena segudang manfaat yang dimilikinya, tak heran bila banyak ahli yang menganjurkan agar setiap ibu sedapat mungkin memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati minimal dalam enam bulan pertama kehidupannya.


Dokter anak yang juga pakar laktasi, Utami Roesli, Sp.A., IBCLC., FABM menegaskan, pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan  menjamin tercapainya pengembangan potensi antara lain kecerdasan anak secara optimal. 

Hal  ini karena selain sebagai nutrien yang ideal dengan komposisi yang tepat serta  disesuaikan dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung nutrien-nutrien khusus  yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal. 

Seperti kita tahu, sejak konsepsi dalam kandungan hingga usia dua tahun pertama kehidupan, merupakan masa kritis. Pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh sangat cepat. Masa ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan berulang. 

Dengan demikian, bila dalam periode ini anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Oleh karena itulah, kecukupan gizi perlu diperhatikan. 
Kebutuhan gizi bayi 0-6 bulan sudah bisa tercukupi hanya dengan minum ASI secara ekslusif. Tak ada makanan dan minuman lain yang lebih baik untuk bayi 0-6 bulan selain ASI. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sesuai dengan prinsip gizi seimbang. 

ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari alergi dan penyakit-penyakit, seperti diare, infeksi usus, penyakit pernapasan dan sebagainya.  Pemberian dilakukan sejak sejam setelah bayi dilahirkan atau Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
Jika pemberian ASI ditambah dengan makanan/minuman di luar ASI, maka zat gizi ASI yang telah sempurna itu, menjadi tak seimbang lagi. Selain tumbuh bayi terganggu, termasuk kecerdasan, daya tahan tubuhnya juga berkurang sehingga bayi rentan terhadap serangan penyakit.

Adapun zat-zat kekebalan yang terdapat dalam ASI
Jenis                                  Manfaat
- Imunoglobulin                Melindungi tubuh terhadap infeksi
- Zat anti stapilokokus      Menghambat pertumbuhan stapilokokus
- Komplemen C3 dan C4   Mempunyai daya opsenik
- Lisozim                          Menghancurkan dinding sel bakteri
- Laktoperoksidase           Membunuh streptococcus
- Laktoferrin                     Membunuh beberapa jenis organisme
- Sel darah putih               Fagositosit, membuat C3 dan C4, Laktoferin, S IgA.

Berikut ini manfaat ASI bagi bayi di antaranya :
Manfaat Kesehatan :

-  6-8 kali lebih jarang menderita kanker anak seperti leukemia limphositik, neuroblastoma, lymphoma maligna.

-16,7 kali jarang kena pneumonia.

- 3 kali lebih jarang terkena risiko dirawat karena sakit saluran pernafasan dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula.

-47 persen jarang mencret, 23,5 persen jarang fatal.

- Menghindarkan dari kurang gizi, kurang vitamin dan mengurangi risiko kencing manis.

- Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah juga penyakit menahun seperti usus besar.

- Anak biasanya lebih jarang alergi. 

- Menurunkan serangan asma,
Manfaat ASI untuk kecerdasan dan otak :

-Hasil penelitian di Inggris dari 1.736 anak ASI umumnya mempunyai pendidikan yang tinggi. Penelitian ini tidak membedakan latar belakang sosial ekonomi.

-Penelitian di Denmark terhadap 3.253 orang menemukan fakta bayi yang disusui sejak kurang 1 bulan IQ-nya lebih rendah dibandingkan dengan yang disusui 7-9 bulan. Jadi, ada korelasi pemberian ASI dengan tingkat IQ.

- Metaanalisa menemukan terhadap 40 penelitian, bahwa 68 persen menyimpulkan menyusui meningkatkan kepandaian
(Sumber :http://health.kompas.com/)

Manfaat ASI 1



Ini beberapa manfaat ASI bagi anak dan Anda.

Bagi si buah cinta, ASI punya seabrek manfaat. Di antaranya:


• Merupakan nutrisi paling sempurna karena komposisi zat-zat gizinya lengkap dan seimbang.
• Mengandung zat kekebalan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pemberian ASI akan menyelamatkan nyawa bayi Anda dari bahaya diare dan infeksi saluran napas akut lho!
• ASI itu steril. 
• Tersedia setiap saat, sehingga sangat praktis dan ekonomis.
• Pemberian ASI akan mempererat ikatan emosional antara anak dengan Anda, sehingga sangat positif dampaknya bagi perkembangan psikologisnya. 
• Penelitian juga membuktikan, bayi-bayi yang memperoleh ASI umumnya terhindar dari risiko obesitas (saat ini, seluruh dunia sangat prihatin terhadap tingginya angka obesitas pada anak; apalagi obesitas terkait dengan berbagai bentuk penyakit pada usia lebih dini).

Sedangkan manfaat ASI bagi Anda sendiri adalah:


• Memberi kepuasan batin, ketenangan, serta kebahagiaan emosional.
• Mempercepat kontraksi rahim, sehingga dalam waktu singkat rahim kembali ke ukuran normal. Seperti saat Anda belum hamil lho! Ini menyebabkan menurunnya risiko perdarahan rahim di masa nifas.
• Memperkecil risiko kanker payudara.


(Sumber:http://www.parenting.co.id/)